Sabtu, 19 Februari 2011
Ekosistem
Diposting oleh awwab1998 di 19.24Ekosistem
- Biotik : Mahluk Hidup
Contoh : Manusia, Hewan, Tumbuhan.
- Rantai Makanan : Proses makan atau di makan.
- Jaring Makanan : perkumpulan Rantai-rantai makanan.
- Piramida Makanan : Perbandingan jumlah antara produsen, konsumen, dan dekomposer.
- Abiotik : Tak Hidup
Contoh : Air, Udara, Tanah, Cahaya Matahari.
Ekosistem Terbagi Atas 2 :
- Alami : Tidak adanya campur tangan manusia
Contoh : Sungai, Pantai, Hutan.
- Buatan : Adanya campur tangan manusia.
Contoh : Sawah, kolam, Aquarium.
Ekosistem Terbagi Atas 3 :
- Produsen/Autotrof : Organisme yang bisa menghasilkan makanannya sendiri.
Contoh : Padi, Jagung, Wortel, (Tumbuhan)
- Konsumen/Heterotrof : Organisme yang memakan produsen maupun konsumen lainnya.
Contoh : Tikus, Kucing, Elang, (Herbivora, Karnivora, Omnivora)
- Dekomposer/Pengurai : Yang menguraikan konsumen tingkat akhir.
Contoh : Bakteri, dan Jamur/Fungi.
Ekosistem Terbagi Atas 5 :
- Individu : Tunggal (mahluk hidup)
Contoh : Sebatang Rumput, dll.
- Populasi : Perkumpulan Individu-individu Sejenis (kebutuhannya sama)
Contoh : Siswa kelas 7d, dll.
- Komunitas : Perkumpulan Populasi-populasi dengan kebutuhan yang berbeda.
Contoh : Siswa Smp Al-Azhar palu, dll.
- Ekosistem : Kesatuan antara Komunitas dengan Lingkungannya dan di dalamnya ada hubungan timbal balik.
- Biosfer : Perkumpulan Seluruh Ekosistem (Ekosistem Terbesar)
Proses Fotosintesis
CO2 + 6H2O Matahari dan klorofil C6H12O6 + 6O2
Karya : Ashril Awwab
Sekolah : Smp Al-Azhar palu
Ciri-ciri mahluk hidup
Diposting oleh awwab1998 di 19.22Characteristic of Organisms/Ciri-Ciri Mahluk Hidup
1. Bergerak
Tumbuhan
- Pasif (Dinding Sel)
• Melalui Sinar Matahari, Dan
• Melalui Pemindahan Oleh tangan Manusia
Hewan
- Aktif (Membran Sel)
• Karena Hewan Bergerak Bebas Tanpa Melalui Campur Tangan Manusia
2. Bernafas (Respirasi)
Tumbuhan
- Stomata (Daun)
- Lentisel (Batang)
- Bulu-Bulu Akar (Akar)
Hewan
- Mamalia (Paru-Paru)
- Ikan (Insang)
- Serangga (Trakea)
Manusia
- Paru-Paru
3. Memerlukan Makanan (Nutrisi)
4. Peka Terhadap Rangsang (Iritabilitas)
Contoh:
Manusia : Bersin, Lidah, Kulit, Suara.
Hewan : Ayam Berkokok
Tumbuhan : Putri Malu, Cahaya.
5. Tumbuh dan Berkembang (Grow and Develop)
Tumbuh : Proses Pertambahan Berat, Tinggi, dan Volume.
Berkembang : Proses Menambahnya Keturunan
6. Berkembang Biak (Reproduksi)
7. Adaptasi
- Adaptasi Morfologi : Adaptasi Terhadap Tubuh Kita
- Adaptasi Fisiologi : Adaptasi Terhadap Lingkungan Dengan Alat Tubuh Kita
- Adaptasi Tingkah laku : Adaptasi Terhadap Lingkungan Dengan Tingkah Laku Kita
8. Ekskresi (Pengeluaran Zat Sisa Dari Proses Metabolisme)
- Veses : BAB
- Urin : BAK
- Keringat : Cairan pada tubuh.
Kamis, 17 Februari 2011
Efek Global Warming
Diposting oleh awwab1998 di 00.02Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Penyebab pemanasan global
Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
Efek umpan balik
Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
Anomali suhu permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada suhu rata-rata dari 1940 sampai 1980
Kamis, 10 Februari 2011
Laut
Diposting oleh awwab1998 di 00.55
Sekumpulan air yang luas di muka bumi yang memisahkan dan menggabungkan suatu benua dengan benua lainnya.
Rabu, 09 Februari 2011
Efek Dari Rumah Kaca
Diposting oleh awwab1998 di 02.34

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke Bumi:
- 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
- 25% diserap awan
- 45% diserap permukaan bumi
- 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
Tahukah Kamu Ternyata Kucing, Singa, dan Harimau juga pemakan tumbuhan.
Diposting oleh awwab1998 di 02.11Tahukah kamu, ternyata secara tidak langsung tiga hewan karnivora ini juga pemakan tumbuhan, akan tetapi mereka memakan tumbuhan dengan cara tidak langsung, mengapa? karena pada peristiwa rantai makanan produsen di bumi ini ialah tumbuhan, oleh sebab itu pada saat konsumen 1 ( contoh : Tikus atau Kelinci ) memakan produsen ( contoh : padi atau wortel ) pasti beberapa saat kemudian konsumen 2 datang dan memakan konsumen 1, benar kan? Jadi, pada saat konsumen 2 memakan konsumen 1 secara tidak langsung konsumen 2 telah memakan produsen itu tadi, benar kan?
Dan di bawah ini adalah blog-blog terbaik, mudah-mudahan blog saya menjadi seperti blog mereka, AMIN.....
http://www.boingboing.net/
http://problogger.net
http://techcrunch.com
http://iklansukses.com
http://www.ukafahrurosid.com/
http://anotherfool.wordpress.com/
www.entrepreneurs-journey.com
www.blogmastermind.com
www.problogger.net
www.twitip.com
http://daceband.com
http://infolusion.blogspot.com
Minggu, 06 Februari 2011
Tahukah Kamu Mengapa Di Indonesia Tidak Terjadi "salju" dan "angin Tornado"???
Diposting oleh awwab1998 di 23.30"Salju"
Kita ketahui bersama, Kalau Indonesia tergolong Negara yang cukup panas, benar kan?
Oleh karena itu saat terjadinya penguapan pada air laut kemudian berkumpul di awan dan menutupi Matahari, sebenarnya di Indonesia akn terjadi penurunan Salju, tetapi karena awan tadi menutupi atau menghalangi matahari, sedikit demi sedikit air yang berada di dalam awan tersebut akan mencair, oleh sebab itu terjadilah hujan bukanlah salju.
"Angin Tornado"
Tahukah Kamu, Angin Tornado itu terjadi jika tidak ada benteng atau penahan angin tersebut, karena tidak mungkin angin tornado terjadi atau muncul dari tanah yang penuh dengan pohon (Hutan).benar kan?
di negara-negara luar itu, mereka tidak memiliki pohon yang cukup untuk menahan angin kencang tersebut. sementara di Indonesia lebih banyak hutan di bandingkan negara lain, jadi, negara kita sulit untuk terjadi peristiwa "Angin Tornado".
Bersyukurlah kita karena tinggal di Indonesia,
He..he..he...
Subscribe to:
Postingan (Atom)












